Breaking News

Kita Belum Merdeka": Zulfadli Soroti Pembungkaman Suara dan Kemiskinan di Usia 81 Tahun Indonesia


BungongLamJaroe.Com | Kota Langsa (Aceh)  – Di saat Indonesia genap berusia 81 tahun, pendiri LSM Bungong Lam Jaroe (BLJ), Zulfadli, S.Sos.I.MM, melontarkan kritik tajam dan pertanyaan mendasar: apakah kemerdekaan ini sungguh-sungguh dirasakan seluruh rakyat atau hanya milik segelintir golongan? Menurutnya, kemerdekaan sejati belum tercapai karena kebebasan berpendapat masih dibelenggu dan kesenjangan kian melebar.

 

Kebebasan Berpendapat Terancam, Pelaku Kekerasan Lepas.

Zulfadli menilai kondisi kebebasan sipil di Indonesia masih sangat memprihatinkan. "Katanya kita merdeka, tapi bagi saya, hak kita masih saja dilarang untuk menyampaikan pendapat. Apakah kalian sudah buta? Tidak melihat selama ini banyak oknum wartawan dan aktivis yang diintimidasi, bahkan disiram air keras, namun pelakunya bebas begitu saja," tegasnya penuh emosi.

 

Ia menyoroti ketidakseimbangan penegakan hukum di mana pihak yang kritis menjadi sasaran, sementara pelaku tindakan kekerasan terhadap pembela kebenaran tidak tersentuh hukum.

81 Tahun, Rakyat Masih Terperangkap Kemiskinan Parah

Pilar kemerdekaan yang lain—kesejahteraan—jauh dari harapan. Zulfadli memaparkan ironi bahwa setelah lebih dari delapan dekade merdeka, jutaan rakyat masih hidup di bawah garis kemiskinan.

"Rakyat miskin di negeri ini, jangankan makan enak, untuk beli celana dalam yang sudah koyak saja mereka masih mikir-mikir," gambarnya. 

 

Kemerdekaan Hanya Milik Penguasa?

Bagi Zulfadli, kemerdekaan di Indonesia saat ini terasa sangat sempit. "Yang merdeka itu hanya golongan tertentu: penguasa, pengusaha, dan pejabat di pemerintahan," tudingnya.

 

Pandangan ini didasari sejarah panjang ketidakpuasan yang meletus di berbagai wilayah. "Lihat saja, sejak awal kemerdekaan, banyak gejolak masyarakat: lahirnya DITII, PKI, GPK di Aceh, OPM di Papua, hingga GAM. Itu tanda manajemen negara banyak yang tidak benar," analisnya.

 

Ketidakadilan itu terbukti nyata dari gelombang demonstrasi mahasiswa yang terus terjadi hingga kini. "Mereka turun ke jalan adalah bukti tidak langsung adanya ketidakadilan yang sistemik," pungkas Zulfadli.

 

Negara Perlu Introspeksi Diri

Pernyataan ini menjadi teguran keras bagi pemerintah pusat maupun daerah. Kemerdekaan bukan sekadar peringatan upacara, melainkan harus diwujudkan dalam kebebasan berekspresi yang aman, hukum yang adil tanpa pandang bulu, serta kesejahteraan nyata bagi seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya elit.##

(Tim Redaksi)

0 Komentar

Muhammad Ali C,JB

Type and hit Enter to search

Close