BungongLamJaroe.com//Langsa, 30 Agustus 2026 — Pukul 11.00 WIB, pengamat sosial sekaligus mantan pejabat PDAM DKI Jakarta, Zainal Abidin, M.Si, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pengelolaan air bersih PDAM Tirta Kemuning Kota Langsa. Hasil survei tersebut memunculkan berbagai kejanggalan serius dalam proses pengolahan air yang disalurkan kepada masyarakat.
Menurut pengamatan langsung Zainal Abidin, alur pengolahan air di PDAM Tirta Kemuning berjalan sangat sederhana dan jauh dari standar layak air bersih. Air yang berasal dari mata air di bukit dialirkan ke dalam waduk penampungan, kemudian langsung disalurkan ke jaringan perumahan melalui proses penyaringan sederhana dan bantuan pompa — tanpa melalui tahap pembersihan dan pensterilan yang semestinya.
"Saya melihat langsung, air dari bukit masuk ke waduk, lalu disalurkan tanpa ada penambahan bahan kimia seperti kaporit maupun klorida (Cl). Padahal, klorida berfungsi membunuh kuman dan bakteri agar air aman dikonsumsi warga. Terkesan semuanya hanya bermodal saringan dan pompa saja," ungkap Zainal Abidin usai melakukan peninjauan.
Kondisi ini tentu memprihatinkan mengingat PDAM Tirta Kemuning adalah perusahaan daerah yang menjadi tumpuan kebutuhan air bersih ribuan pelanggan di Kota Langsa. Tanpa proses penjernihan dan pensterilan yang memadai, dikhawatirkan air yang disalurkan berpotensi membawa penyakit dan membahayakan kesehatan masyarakat.
Zainal Abidin menambahkan, sebagai mantan praktisi pengelolaan air bersih di ibu kota, standar minimal pengolahan air wajib mencakup tahap koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, hingga desinfeksi dengan kadar klorin yang terukur. Jika yang terjadi hanyalah penyaringan kasar tanpa perlakuan kimia, maka sangat meragukan kualitas air yang diterima pelanggan.
Pihaknya meminta Pemko Langsa dan manajemen PDAM Tirta Kemuning segera memberikan penjelasan terkait hal ini. Apakah benar pengolahan air hanya mengandalkan saringan dan pompa, atau ada proses lain yang tidak diketahui publik. Masyarakat berhak mendapatkan air bersih yang aman, terjamin kualitasnya, dan sesuai dengan biaya retribusi yang dibayarkan setiap bulan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak manajemen PDAM Tirta Kemuning maupun Pemerintah Kota Langsa terkait dugaan kejanggalan pengolahan air tersebut.
NB : terima sanggahan, Hub 82342768807
(Zul)





0 Komentar