BungongLamJaroe.Com | Langsa, 10 Agustus 2026 – Pengamat sosial sekaligus Ketua Petani Aren Se-Aceh, Zainal Abidin, M.Si, menyoroti keterlambatan penyaluran anggaran senilai Rp800 miliar yang dialokasikan oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia untuk program pencetakan lahan sawah baru di daerah. Hingga saat ini, dana tersebut dikabarkan belum turun ke tangan pihak-pihak yang membutuhkan di lapangan.
Menurut Zainal Abidin, anggaran sebesar itu sangat dibutuhkan untuk memperluas lahan pertanian, meningkatkan produksi pangan, dan menyejahterakan petani. Namun fakta yang terjadi justru sebaliknya, dana tersebut belum juga disalurkan padahal rencananya sudah lama digaungkan.
“Saya meminta agar penggunaan anggaran senilai Rp800 miliar ini benar-benar terbuka dan transparan. Masyarakat berhak tahu ke mana perginya uang tersebut, siapa yang mengelolanya, dan kapan akan benar-benar sampai ke sasaran,” tegas Zainal Abidin.
Ia mengingatkan, keterlambatan yang tidak disertai kejelasan seringkali menimbulkan berbagai dugaan dan kecurigaan di tengah masyarakat. Apalagi menyangkut dana yang sangat besar yang bersumber dari uang rakyat.
“Jangan sampai ketidakjelasan ini memicu kecurigaan baru di tengah masyarakat. Kita ingin anggaran ini benar-benar berjalan sesuai tujuan awalnya, yaitu untuk pertanian dan kesejahteraan petani, bukan terhambat oleh kepentingan lain yang tidak diketahui publik,” ujarnya.
Zainal berharap pihak pemerintah propinsi aceh mampu menjelaskan terkait permasalahan ini secara resmi dan mempercepat penyaluran dana tersebut agar tidak menjadi masalah yang berlarut-larut.
Tim Redaksi BungongLamJaro



0 Komentar