BungongLamJaroe.Com | Kota Langsa (Aceh) – Pendiri Lembaga Bungong Lam Jaroe (BLJ), Zulfadli, S.Sos.I.MM, meminta Pemerintah Kota Langsa tidak hanya memfokuskan sistem pengelolaan dan pengutipan retribusi digital pada layanan parkir (E-Parkir) saja. Menurutnya, inovasi serupa wajib diterapkan pula pada Dinas Kebersihan atau Pengelolaan Sampah agar pendapatan asli daerah (PAD) lebih terangkat, terukur, dan bebas dari kecurigaan penyimpangan.
Zulfadli menegaskan, keberhasilan sistem berbasis teknologi yang diterapkan pada parkir harus diimbangi di sektor lain yang berpotensi besar, seperti retribusi kebersihan.
"Jangan Hanya Parkir, Retribusi Sampah Juga Harus E-Sistem"
"Pengutipan E-Parkir jangan hanya berfokus pada orientasi parkir kendaraan saja, tetapi harus juga diterapkan kepada Dinas Pengutipan Sampah di Kota Langsa. Iuran sampah harus dibuatkan sistem seperti E-Parkir juga. Hal ini penting mengingat tujuannya untuk mendongkrak pendapatan hasil daerah kita sendiri," tegas Zulfadli.
Poin krusial lainnya yang ditekankan adalah soal transparansi keuangan daerah. Ia menuntut agar tidak ada lagi ketidaktahuan warga mengenai berapa besar pendapatan yang sebenarnya diterima kota.
Pendapatan Instansi Wajib Diumumkan Setiap Bulan di Media Sosial
"Saya berharap hal ini jangan tidak transparan kepada warga Kota Langsa. Kalau perlu setiap bulan diumumkan secara terbuka di media sosial terkait rincian semua pendapatan yang ada di setiap instansi pemerintah di Kota Langsa," tuntutnya.
Zulfadli mengingatkan bahwa sumber pendapatan daerah bukan hanya berasal dari parkir dan dinas kebersihan saja. Seluruh unit pemungut pendapatan harus terbuka datanya agar warga bisa memantau dan kepercayaan publik terjaga.
Akan Kirim Surat Resmi ke Wali Kota dan Gubernur
Dalam pernyataannya, Zulfadli menambahkan langkah lanjutan yang akan diambil pihaknya.
"Nanti saya akan menyampaikan hal ini lewat surat resmi kepada Kepala Daerah Kota Langsa, dan akan saya tembuskan pula kepada Gubernur Aceh untuk meminta pendapat dan masukan terkait ide ini. Tentunya saya akan masuki beberapa pertimbangan dari berbagai segi ilmu pengetahuan," ujar Zulfadli.
Ia juga meminta agar pimpinan daerah tidak menutup telinga atau bersikap alergi terhadap masukan yang disampaikan demi kemajuan kota.
"Saya memohon kepada Wali Kota jangan alergi terhadap pandangan dan saran saya ini, semata-mata tujuannya untuk kepentingan bersama serta kemajuan keuangan dan pelayanan di Kota Langsa," p Zulfadli LSM BLJ Minta Wali Kota Langsa: Terapkan Sistem E-Parkir Juga pada Retribusi Sampah, Wajib Transparansi Pendapatan Bulanan
BungongLamJaroe.Com | Langsa – Pendiri Lembaga Bungong Lam Jaroe (BLJ), Zulfadli, S.Sos.I.MM, meminta Pemerintah Kota Langsa tidak hanya memfokuskan sistem pengelolaan dan pengutipan retribusi digital pada layanan parkir (E-Parkir) saja. Menurutnya, inovasi serupa wajib diterapkan pula pada Dinas Kebersihan atau Pengelolaan Sampah agar pendapatan asli daerah (PAD) lebih terangkat, terukur, dan bebas dari kecurigaan penyimpangan.
Zulfadli menegaskan, keberhasilan sistem berbasis teknologi yang diterapkan pada parkir harus diimbangi di sektor lain yang berpotensi besar, seperti retribusi kebersihan.
"Jangan Hanya Parkir, Retribusi Sampah Juga Harus E-Sistem"
"Pengutipan E-Parkir jangan hanya berfokus pada orientasi parkir kendaraan saja, tetapi harus juga diterapkan kepada Dinas Pengutipan Sampah di Kota Langsa. Iuran sampah harus dibuatkan sistem seperti E-Parkir juga. Hal ini penting mengingat tujuannya untuk mendongkrak pendapatan hasil daerah kita sendiri," tegas Zulfadli.
Poin krusial lainnya yang ditekankan adalah soal transparansi keuangan daerah. Ia menuntut agar tidak ada lagi ketidaktahuan warga mengenai berapa besar pendapatan yang sebenarnya diterima kota.
Pendapatan Instansi Wajib Diumumkan Setiap Bulan di Media Sosial
"Saya berharap hal ini jangan tidak transparan kepada warga Kota Langsa. Kalau perlu setiap bulan diumumkan secara terbuka di media sosial terkait rincian semua pendapatan yang ada di setiap instansi pemerintah di Kota Langsa," tuntutnya.
Zulfadli mengingatkan bahwa sumber pendapatan daerah bukan hanya berasal dari parkir dan dinas kebersihan saja. Seluruh unit pemungut pendapatan harus terbuka datanya agar warga bisa memantau dan kepercayaan publik terjaga.
Akan Kirim Surat Resmi ke Wali Kota dan Gubernur
Dalam pernyataannya, Zulfadli menambahkan langkah lanjutan yang akan diambil pihaknya.
"Nanti saya akan menyampaikan hal ini lewat surat resmi kepada Kepala Daerah Kota Langsa, dan akan saya tembuskan pula kepada Gubernur Aceh untuk meminta pendapat dan masukan terkait ide ini. Tentunya saya akan masuki beberapa pertimbangan dari berbagai segi ilmu pengetahuan," ujar Zulfadli.
Ia juga meminta agar pimpinan daerah tidak menutup telinga atau bersikap alergi terhadap masukan yang disampaikan demi kemajuan kota.
"Saya memohon kepada Wali Kota jangan alergi terhadap pandangan dan saran saya ini, semata-mata tujuannya untuk kepentingan bersama serta kemajuan keuangan dan pelayanan di Kota Langsa," pungkasnya.
(Tim Redaksi)




0 Komentar